Universitas Hasanuddin (UNHAS) terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menginisiasi kegiatan Trash Trap (Pemerangkap Sampah) di beberapa sungai di Kabupaten Pinrang, Bone, Maros, dan Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran air akibat sampah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Pengelolaan Trash Trap di setiap daerah dilakukan oleh masyarakat lokal yang diberikan insentif oleh UNHAS. Langkah ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif warga setempat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya insentif, masyarakat semakin termotivasi untuk menjaga dan mengelola Trash Trap agar berfungsi optimal.
Ke depannya, UNHAS berharap bahwa inisiatif ini dapat berkembang menjadi program pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dengan konsep circular economy. Salah satu rencana yang tengah digodok adalah pengembangan bank sampah di setiap wilayah yang dikelola masyarakat, sehingga sampah yang tertangkap di Trash Trap dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Hal ini tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Program Trash Trap ini merupakan bagian dari upaya UNHAS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian ekosistem perairan. Kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi kunci dalam keberhasilan program ini, dan diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi daerah lain di Indonesia.

