Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas siap bergabung dalam upaya menyukseskan pelaksanaan proyek percontohan “smart island” di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Oriental Consultants Global, dan Pemerintah Kota Makassar.
Proyek ini diresmikan pada 22 Februari 2024 di Pulau Barrang Lompo dan dibuka oleh dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prof. Safruddin. Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas. Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat berjalan sukses, sehingga dapat diterapkan di daerah lain. Lebih lanjut, Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa satu proyek ini dapat memecahkan beberapa masalah yang sudah bertahun-tahun, seperti masalah kelistrikan dan ketahanan produk perikanan.


Acara ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan cold storage, langkah kunci dalam infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kualitas tangkapan nelayan di pulau Barrang Lompo.
Peserta yang turut hadir dalam acara peresmian antara lain adalah perwakilan dari Walikota Makassar yang diwakili oleh Nur Kamarul Z, Meiji Yonezawa (Oriental Consultant Global) beserta timnya, Nozomu Ono (Japan International Cooperation Agency), Presiden Direktur PT. OCI yakni Hiromi Tazawa, Yoshifumi Mitsunaga (Kyuden Mirai Energy), para pejabat lingkup Unhas, Pol Subsektor Kecamatan Ujung Tanah, Sekretaris Camat Kepala Sangkarang, Lurah Barrang Lompo, serta masyarakat setempat.







FIKP Unhas siap bergabung dalam proyek ini guna mendukung implementasi dan pengembangan Pulau Barrang Lompo sebagai “Smart Island”. Dengan memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang dimiliki, FIKP Unhas berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan serta berkelanjutan di Pulau Barrang Lompo.
Proyek tersebut merupakan langkah inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara lembaga pendidikan, konsultan global, dan pemerintah daerah, diharapkan proyek ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan konsep pulau cerdas untuk pembangunan yang berkelanjutan.

