Andi Iqbal Burhanuddin

Ilmu Kelautan

Edukasi Kebencanaan

Dikarenakan letaknya berada di atas empat lempeng tektonik utama Pasifik yaitu Lempeng Pasifik, Filipina,  Amerika Utara, dan Lempeng Eurasia sehingga Jepang merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia,   setiap tahun, Jepang mengalami ribuan gempa bumi, mulai dari yang kecil hingga yang besar

Dalam menghadapi gejolak alam,  Jepang yang secara kondisi topografi didominasi pegunungan,  berada di sepanjang tepi barat “Ring of Fire” menjadi negara dengan resiko bencanan alam tertinggi dunia namun paling siap dalam menghadapai  gempa bumi.     Teknologi mereka yang efektif,  dirancang dan dimanfaatkan dalam meminimalkan dampak gempa.    Seperti aplikasi Yurekuru Call dapat memberikan informasi real time tentang gempa sampai pemanfaatan teknologi robot penyelamat yang digunakan untuk mencari korban di area yang sulit dijangkau.

Japan Meteorological Agency (JMA) dikenal memiliki salah satu sistem peringatan dini gempa terbaik di dunia, dengan menggunakan jaringan sensor seismik yang tersebar di seluruh negeri untuk mendeteksi gempa bumi sejak awal  sehingga sering menjadi inspirasi bagi banyak negara di dunia.     Pasca Typhoon Ise Bay pada 1959 yang menelan lebih dari 5.000 korban jiwa menjadi titik balik yang mendorong lahirnya Disaster Countermeasures Basic Act (1961)—kerangka hukum yang menata sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.    Pemerintah mendirikan pusat komando untuk mengkoordinasikan respon bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan jangka panjang dan masih menjadi fondasi seluruh kebijakan kebencanaan nasional hingga hari ini.

Budaya keselamatan sangat kuat dan melekat bagi masyarakat Jepang karena kesadaran akan risiko gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan siap untuk menghadapi situasi darurat.  Latihan evakuasi gempa bumi dilakukan secara rutin,  simulasi gempa nasional setiap 1 September, yang dikenal sebagai Hari Pencegahan Bencana melibatkan masyarakat, sekolah, kantor pemerintah, dan perusahaan.    Masyarakat diajarkan cara menghadapi gempa bumi dengan benar.

Kita harus belajar pengalaman dan cara Jepang dalam mengedukasi dari peristiwa kebencanaan sebagai  sebuah bentuk komitmen  mereka terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap bencana alam.      Berpuluh puluh tahun berjibaku dengan bencana alam, penduduk Jepang dilatih untuk sigap menghadapi agar meminimalkan jumlah korban dan kerusakan.   Lalu bagaimana Jepang berupaya memitigasi bencana? Rumah tahan gempa didesain dan dipastikan dapat menjamin  keselamatan penduduk ketika terjadi gempa.    Panduan tentang cara bertahan dan mempersiapkan peralatan persiapan ketika terjadi  kondisi darurat  telah difasilitasi oleh pemerintah di setiap rumah tangga.   Banyak daerah memiliki taman atau lapangan besar yang dirancang khusus sebagai area evakuasi dan  setiap pusat evakuasi seperti ruang olahraga di sekolah dilengkapi dengan  perlatan-perlatan lengkap untuk melayani kebutuhan masyarakat yang mengungsi, memastikan logistik yang memadai untuk membantu masyarakat setelah gempa.  Tentu saja langkah antisipatif itu adalah hasil proses belajar dari pengalaman gempa dari tahun ke tahun.  

Mengambil contoh dari Jepang, pendidikan, pelatihan, dan simulasi harus menjadi fondasi utama bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya siap merespons setelah bencana terjadi, tetapi juga telah siap siaga dan mampu bertindak sebelum dan sesudah bencana.    Kondisi geografis Indonesia yang sangat rawan bencana hidometoerologi sehingga edukasi kebencanaan adalah sebuah keniscayaan oleh karena itu, sikap antisipatif dan partisipatif. Masyarakat perlu diajarkan budaya cara menghadapi bencana  dengan benar dan menjadi kunci keberhasilan mengedukasi masyarakat akan bahaya bencana. Konsep mitigasi perlu terus dikembangkan, menyesuaikan laju pembangunan, karakteristik wilayah, dan ancaman bencana yang ada dan  mendata daerah yang telah diketahui rawan bencana.  Pemerintah  Indonesia perlu melakukan pemetaan sebagai langkah antisipasi dan strategis  yang lebih komprehensif.

id_IDBahasa Indonesia