Tribun Timur. Momentum bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah menjadi ajang temu civitas akademika Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, khususnya alumni dan mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan. Disebut demikian jika melihat suksesnya tiga kegiatan buka puasa bersama pada minggu kedua dan ketiga Ramadhan.
Setelah civitas Fakultas menggelar buka puasa di ruang sidang fakultas yang juga dihadiri oleh alumni, maka pada penghujung minggu kedua, tepatnya 19 Agustus 2011, alumni yang berhimpun pada “Yayasan Konservasi Laut, YKL Indonesia”, salah satu LSM pesisir dan laut yang berbasis di Makassar juga menyelenggarakan buka puasa.
Lebih dari lima puluh orang alumni datang meramaikan buka puasa bersama ini. Hadir beberapa senior seperti Baso Syaifuddin, Nazruddin, Syafyuddin Yusuf (tenaga pengajar Ilmu Kelautan, Unhas), Andi Muhammad Ibrahim, dan AM Riady mantan anggota DPRD Kota Makassar.
Pada hari berikutnya (20 Agustus 2011), seakan tidak mau kehilangan momentum, pengurus klub selam, Marine Science Diving Club (MSDC Unhas) juga mengadakan acara buka puasa yang dirangkaikan dengan “Dialog Kelautan dengan Mahasiswa Baru” yang digelar di area fakultas.
Acara ini menurut panitia selain untuk memupuk solidaritas Kelautan juga untuk memberi semangat bagi organisasi selam di kampus. Sebanyak 54 mahasiswa baru Ilmu Kelautan ikut serta. Seratusan peserta menghadiri acara buka puasa yang juga dihadiri oleh pengurus Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas.
Imran Lapong, alumni angkatan 1997 yang juga master dive merefleksikan pengalaman dan gambaran kepada para mahasiswa baru mengenai tantangan pengembangan kelautan di Indonesia. Bagi pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, momentum Ramadhan diharapkan menjadi perekat solidaritas sekaligus titik tolak bagi civitas akademika Kelautan Unhas untuk semakin mempertegas eksistensinya bagi pengembangan sumberdaya pesisir dan laut di Indonesia