Dinosaurus adalah satu spesies yang paling ikonik dan dominan di Bumi selama Era Mesozoikum, yang berlangsung sekitar 252 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Namun, mereka tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang drastis dengan cepat dan efektif sehingga menyebabkan kepunahan. Sekarang ini kita diperhadapkan pada teknologi yang berkembang pesat dan inovatif yang memungkinkan sebuah mesin dapat mempelajari pola, membuat keputusan, dan melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan kecerdasan dan kognitif manusia yaitu Artificial Intelligence (AI).
Dalam waktu dekat, AI berpotensi akan menggantikan berbagai jenis pekerjaan manusia. AI telah merevolusi berbagai sector, dari pelayanan pelanggan hingga logistic. Pekerjaan yang selama ini dianggap kompleks seperti analisis data dan pengambilan keputusan bisnis kini bisa dilakukan , dan AI mampu menyelesaikan tugas-tugas rutin dengan kecepatan dan efisiensi tinggi.
Para ahli memprediksi bahwa potensi AI akan menggantikan peran dan tugas-tugas medis, AI mampu membantu mencatat rekam medis, mempercepat proses penagihan, meningkatkan akurasi diagnosa, hingga menyarankan perawatan yang tepat untuk pasien. Selain di dunia medis, hal serupa akan terjadi disrupsi di sektor pendidikan. AI akan menjadi tutor yang efektif dalam mengajari anak-anak membaca dan menulis, mengenali kebingungan siswa, menjelaskan ulang konsep, dan menyesuaikan pendekatan sesuai kebutuhan anak. Prediksi teknologi AI juga akan menggantikan pekerjaan fisik seperti buruh pabrik, chatbot untuk layanan pelanggan dan sistem rekomendasi untuk meningkatkan pengalaman tamu. Raksasa teknologi seperti Nvidia telah meluncurkan model fondasi robot humanoid yang dirancang untuk memberikan kemampuan penalaran dan keterampilan umum pada robot untuk melakukan pekerjaan seperti yang biasa dilakukan oleh manusia.
Nick Bostrom adalah seorang filsuf dan direktur Future of Humanity Institute (FHI) yang dikenal karena penelitiannya tentang risiko eksistensial dan kecerdasan buatan (AI). Ia telah membuat banyak orang takut tentang AI karena beberapa alasan. Bostrom memperkenalkan konsep “superinteligensi”, yaitu AI yang jauh lebih cerdas daripada manusia. Ia berpendapat bahwa superinteligensi dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan manusia jika tidak dirancang dengan baik. AI juga dapat menjadi risiko eksistensial bagi manusia jika tidak dikendalikan dengan baik. Ia memperingatkan bahwa AI dapat menyebabkan kehancuran manusia jika tujuan dan nilai-nilai AI tidak selaras dengan nilai-nilai manusia. Manusia kini dihadapkan pada tantangan baru untuk beradaptasi dengan teknologi yang dapat mengubah cara hidup dan bekerja. Pelajaran dari dinosaurus adalah bahwa adaptasi adalah kunci untuk bertahan hidup. Manusia perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif. Namun, perlu diingat bahwa AI juga memiliki keterbatasan dan memerlukan pengawasan manusia untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adil, etis, dan sesuai dengan tujuan.