Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin secara resmi menghadirkan “Auditorium Prof. Dr. M. Natsir Nessa” sebagai bentuk penghormatan atas jasa, dedikasi, dan kontribusi besar almarhum Prof. Dr. M. Natsir Nessa dalam pengembangan ilmu kelautan serta kemajuan Universitas Hasanuddin.
Prosesi peresmian auditorium yang berlokasi di lantai 4 Gedung FIKP Unhas berlangsung pada Sabtu (20/6/2026), ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., didampingi Dekan FIKP Unhas, Prof. Dr. Mahatma, S.T., M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan.
Bagi sivitas akademika Universitas Hasanuddin, khususnya FIKP, nama Prof. Dr. M. Natsir Nessa memiliki makna yang sangat istimewa. Guru Besar yang lahir di Belawa pada 27 Desember 1948 tersebut dikenal sebagai ilmuwan yang memberikan kontribusi besar dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan panjang Universitas Hasanuddin.
Sepanjang karier akademiknya, Prof. Natsir Nessa mengemban berbagai amanah strategis di lingkungan Unhas, di antaranya sebagai Kepala Bagian Hidrologi dan Produksi Fakultas Pertanian, Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan, Dekan Fakultas Peternakan, Ketua Program Studi Ilmu Kelautan, Direktur Pascasarjana Unhas, Sekretaris Senat Akademik Unhas, hingga anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menjelang akhir masa pengabdiannya, beliau juga dipercaya sebagai anggota Majelis Wali Amanah (MWA) Universitas Hasanuddin.
Dalam bidang akademik, Prof. Natsir Nessa dikenal sebagai sosok pendidik yang konsisten mendorong penguatan riset maritim berbasis potensi lokal Indonesia Timur. Pemikiran dan dedikasinya menjadi fondasi penting dalam perkembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kelautan dan perikanan yang hingga kini terus berkembang di FIKP Unhas.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian nama Auditorium Prof. Dr. M. Natsir Nessa merupakan bentuk penghargaan institusi kepada seorang akademisi yang telah mewariskan pemikiran dan pengabdian luar biasa bagi kemajuan pendidikan tinggi.
“Nama besar Prof. Natsir Nessa akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat,” ungkap Prof. JJ.
Sementara itu, Dekan FIKP Unhas, Prof. Mahatma, menjelaskan bahwa kehadiran auditorium baru ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus memperluas ruang kolaborasi riset di tingkat nasional dan internasional.
“Kami berharap auditorium ini dapat mendukung pelaksanaan berbagai agenda ilmiah internasional serta memperkuat peran FIKP Unhas sebagai rujukan pengembangan ekonomi biru berkelanjutan,” jelasnya.
Auditorium Prof. Dr. M. Natsir Nessa sebagai ruang kolaboratif yang mendukung penyelenggaraan seminar, konferensi, diseminasi hasil penelitian, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi simbol keberlanjutan semangat keilmuan dan pengabdian yang selama ini diwariskan oleh Prof. Natsir Nessa kepada generasi penerus.
Pemanfaatan perdana auditorium tersebut diintegrasikan dengan pelaksanaan Symposium on Marine and Fisheries (SYMARFISH) 2026 yang mengangkat tema “Science-driven Innovation in the Blue Economy: Achieving Food Security and the SDGs” Forum ilmiah internasional ini menjadi momentum yang tepat untuk menandai dimulainya pemanfaatan fasilitas baru yang akan menjadi pusat pertukaran gagasan, inovasi, dan kolaborasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan.
Melalui peresmian Auditorium Prof. Dr. M. Natsir Nessa, FIKP Universitas Hasanuddin menghadirkan fasilitas akademik baru, sekaligus mengabadikan warisan intelektual seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu kelautan, Universitas Hasanuddin, dan Indonesia.
Lebih dari sekadar sebuah nama yang tersemat pada sebuah bangunan, auditorium ini menjadi pengingat akan dedikasi, keteladanan, dan pengabdian panjang Prof. Natsir Nessa dalam memajukan pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan. Semoga ilmu yang telah beliau ajarkan, gagasan yang telah beliau wariskan, serta kontribusi yang telah beliau berikan kepada dunia pendidikan dan masyarakat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semangat keilmuan dan pengabdian yang beliau tinggalkan diharapkan senantiasa menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan.