Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin menjadi lokasi pelaksanaan Workshop Stock Assessment: Pelatihan Teknis Penilaian Stok dalam Mendukung Penangkapan Ikan Terukur (PIT) untuk wilayah WPPNRI 713, 714, dan 718, yang resmi dimulai pada Selasa, 7 April 2026.
The Faculty of Marine Science and Fisheries (FIKP), Hasanuddin University, served as the venue for the Stock Assessment Workshop: Technical Training on Stock Assessment to Support Measured Fishing (Penangkapan Ikan Terukur/PIT) for Fisheries Management Areas (WPPNRI) 713, 714, and 718, which officially commenced on Tuesday, April 7, 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan perikanan, khususnya dalam melakukan pengkajian stok ikan (stock assessment) sebagai dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan penangkapan ikan yang berkelanjutan dan terukur.
This activity represents a strategic effort to enhance human resource capacity in fisheries management, particularly in conducting stock assessments as a scientific basis for formulating sustainable and measurable fishing policies.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang meliputi laporan ketua panitia, sambutan Dekan FIKP Universitas Hasanuddin, serta arahan dan pembukaan oleh Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan.
On the first day, the workshop began with participant registration, followed by an official opening session consisting of the committee chair’s report, a welcome address from the Dean of FIKP Hasanuddin University, and opening remarks delivered by the Director of Fish Resource Management.

Sesi awal juga diisi dengan pemaparan mengenai: Peranan Komnas KAJISKAN dalam penetapan estimasi potensi sumber daya ikan, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB), dan tingkat pemanfaatan; serta implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) pada masing-masing wilayah pengelolaan perikanan.
The initial session also featured presentations on: the role of the National Commission for Fish Stock Assessment (Komnas KAJISKAN) in determining fishery resource potential, allowable catch, and utilization rates; as well as the implementation of the Measured Fishing (PIT) policy across different fisheries management areas.

Memasuki sesi teknis, peserta dibekali dengan materi terkait pengumpulan data perikanan, meliputi: data pelabuhan perikanan (PIPP), statistik perikanan tangkap, serta logbook penangkapan ikan, yang menjadi dasar utama dalam proses pengkajian stok ikan.
Entering the technical sessions, participants were equipped with knowledge on fisheries data collection, including: port-based fisheries data (PIPP), capture fisheries statistics, and fishing logbook data, which serve as the primary foundation for stock assessment processes.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi pengkajian stok berdasarkan kelompok sumber daya ikan, meliputi: ikan pelagis, ikan demersal dan ikan karang, rajungan, kepiting, dan udang, serta cumi-cumi dan gurita, yang disampaikan oleh para pakar dari berbagai institusi.
Participants were also introduced to stock assessment approaches based on different resource groups, including: pelagic fish, demersal and reef fish, crabs, blue swimming crabs, and shrimp, as well as squid and octopus, delivered by experts from various institutions.

Kegiatan hari pertama berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap konsep stock assessment.
The first day concluded with interactive discussions and a pre-test to assess participants’ initial understanding of stock assessment concepts.

Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari (7–9 April 2026) dengan materi lanjutan yang mencakup: teori dinamika biomassa ikan dan model produksi surplus, konsep stock unit dan management unit, penggunaan perangkat lunak (R) dalam analisis stok ikan, hingga analisis lanjutan, interpretasi hasil, dan penyusunan laporan pengkajian stok ikan.
The workshop is conducted over three days (April 7–9, 2026), covering advanced materials such as: fish biomass dynamics and surplus production models, concepts of stock units and management units, the use of R software for stock assessment analysis, as well as advanced analysis, result interpretation, and reporting of stock assessment outcomes.

Pada akhir kegiatan, peserta akan mengikuti post-test, evaluasi, serta penyampaian hasil workshop sebagai bentuk penguatan pemahaman dan penerapan ilmu yang telah diperoleh.
At the end of the program, participants will complete a post-test, evaluation session, and presentation of workshop outputs as part of the learning reinforcement process.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam melakukan pengkajian stok ikan secara ilmiah dan aplikatif, sehingga dapat mendukung implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) di wilayah WPPNRI secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Through this workshop, participants are expected to strengthen their technical competencies in conducting scientific and applied stock assessments, thereby supporting the effective and sustainable implementation of the Measured Fishing (PIT) policy in WPPNRI.

FIKP Universitas Hasanuddin sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut berbasis ilmu pengetahuan melalui penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pengembangan riset yang berkelanjutan.
As a higher education institution specializing in marine and fisheries sciences, FIKP Hasanuddin University remains committed to contributing to sustainable marine resource management through capacity building, collaboration, and the advancement of scientific research.

id_IDBahasa Indonesia