6 Juni 2020, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin kembali menggelar Simposium Kelautan dan Perikanan berskala Internasional. International Symposium Marine and Fisheries 2020 ini adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya terlaksana pada tahun 2018 dan 2019. Tema yang diusung tahun ini adalah ‘Strengthening Innovations for Aquatic Resource Management’. Simposium internasional yang dirangkaikan dengan simposium nasional ini dibuka oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan yang menjadi keynote speaker adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Dr. Edhy Prabowo, SE., MM., MBA

Hadir sebagai pembicara tamu pada simposium internasional ini adalah R. Dwi Susanto, PhD. dari University of Maryland, USA dan ITB Indonesia, Mr. Cyr Couturier, B.Sc., M.Sc, Memorial University of Newfoundland, Canada, Dr. Libby Swanepoel, University of the Sunshine Coast, Australia, Associate Prof. Dr. Marina Hassan, Terengganu University, Malaysia, Associate Prof Dr. Muzzneena Ahmad Mustapha, University Kebangsaan Malaysia, Erik Teguh Primiantoro, S.Hut., MES, Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kewilayahan dan Sektor, KLHK, Indonesia dan Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si. peneliti dan guru besar Universitas Hasanuddin, Indonesia.

Peserta yang hadir secara virtual pada sesi pleno di kegiatan ini adalah 277 orang yang dan 150 peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di sesi parallel. Peserta berasal dari berbagai universitas dan instansi baik pemerintah maupun swasta dari seluruh Indonesia (Universitas Teuku Umar Aceh, Universitas Borneo Tarakan, Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Dipanegara, dll). Bahkan ada peserta dari negeri Malaysia (Universitas Terengganu) yang ikut mempresentasikan hasil penelitiannya di kelas paralel. Terdapat 10 kelas parallel (Aquatic Biodiversity, Aquatic Ecology and Conservation, Aquatic Pollution Fisheries Processing Technology and Food Safety, Marine and Fisheries Biotechnology, Marine and Fisheries Biotechnology, law and Development Policy, Socio-Economics and Culture, Sustainable Aquaculture, Marine and Fisheries GIS, marine Ecotourism, Marine Technology, Oceanography, Sustainable Fisheries, Sustainable Aquaculture, Sustainable Fisheries) dan satu kelas khusus untuk sesi poster jalan secara bersamaan untuk memfasilitasi forum ilmiah para peneliti dan akademisi ini.

Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Aisjah farhum, M.Si, menyatakan dalam sambutannya, bahwa meskipun sangat disayangkan kondisi saat ini tidak memungkinkan para pembicara tamu dan peserta untuk bertemu secara ‘normal’, tetapi diharapkan ‘new normal simposium’ yang diselenggarakan oleh FIKP Unhas ini tetap dapat membangun dan memperkuat kerjasama berbagai pihak demi untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas sektor kelautan dan perikanan secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish