Departemen Ilmu Kelautan (IKL), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), UNHAS sukses menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) dengan pengguna alumni Program Studi Ilmu Kelautan pada Jumat, 22 November 2024. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Senat FIKP dan difasilitasi oleh Muhammad Banda Selamat yang juga berperan sebagai Sekertaris Departemen IKL
Kegiatan yang dihadiri sebanyak 15 peserta ini bertujuan untuk menggali masukan dari mitra pengguna alumni terkait kompetensi yang dibutuhkan alumni IKL di dunia kerja serta menilai kesesuaian kurikulum akademik yang dikembangkan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Pembahasan Kompetensi Hard Skill dan Soft Skill
Dalam FGD ini, pengguna alumni menyoroti pentingnya kombinasi hard skill dan soft skill bagi lulusan Ilmu Kelautan. Kompetensi hard skill seperti kemampuan survei laut, teknologi pemetaan, bahasa asing, dan pemodelan oseanografi disebut sebagai keterampilan teknis utama yang harus dimiliki lulusan. Sementara itu, soft skill seperti kemampuan adaptasi, komunikasi, motivasi, kemampuan menulis, dan kerja sama dianggap esensial dalam mendukung keberhasilan lulusan di berbagai sektor.
Masukan dari Mitra Pengguna Alumni
Berbagai mitra memberikan pandangan mereka. Panji Priasmoro dari sebagai Vice President dari PT Bank Mandiri Wilayah Makassar menekankan pentingnya kemampuan kepemimpinan dan adaptasi untuk alumni yang ingin bekerja di sektor perbankan. Sementara itu, Yusli Sandi dari Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba menyarankan alumni untuk memperkuat pemahaman regulasi kelautan serta menekankan kebutuhan sertifikasi kompetensi.
Perwakilan dari sektor swasta seperti PT MARS Symbioscience dan Yayasan Nypah Indonesia mengungkapkan pentingnya inovasi dan kemampuan menulis ilmiah dalam mendukung riset dan pengembangan proyek konservasi. Selain itu, sektor industri seperti PT Hasil Indo Sejahtera menyoroti keterampilan komunikasi untuk mendukung interaksi dengan masyarakat pembudidaya rumput laut.


Rekomendasi dan Harapan
Hasil diskusi menghasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya:
- Peningkatan Praktik Lapangan: Perlu lebih banyak kesempatan pembelajaran di luar kampus untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
- Sertifikasi Kompetensi: Lulusan perlu dilengkapi dengan sertifikasi yang relevan, terutama di bidang survei laut, pemetaan, dan keselamatan kerja (K3).
- Peningkatan Teknologi: Penguasaan teknologi mutakhir seperti pemodelan lingkungan dan alat survei kelautan perlu diintegrasikan dalam kurikulum.
FGD ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Hasanuddin untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif di dunia kerja. Dengan masukan dari para mitra, diharapkan langkah konkret dapat diambil untuk menyempurnakan kurikulum dan meningkatkan daya saing alumni Ilmu Kelautan Unhas.
