{"id":195,"date":"2012-03-30T13:35:24","date_gmt":"2012-03-30T13:35:24","guid":{"rendered":"http:\/\/fikp.unhas.ac.id\/?p=195"},"modified":"2012-03-30T13:35:24","modified_gmt":"2012-03-30T13:35:24","slug":"prof-dr-ir-budimawan-dikukuhkan-jadi-guru-besar-perikan-unhas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/prof-dr-ir-budimawan-dikukuhkan-jadi-guru-besar-perikan-unhas\/","title":{"rendered":"Prof.Dr.Ir.Budimawan Dikukuhkan Jadi Guru Besar Perikan Unhas"},"content":{"rendered":"<p><!--:en-->Banyak cara menangkap ikan dikenal nelayan. Dimulai dengan cara penangkapan yang paling sederhana menggunakan tangan sampai sekarang dengan menggunakan alat yang lebih modern, seperti jaring trawl, purse seine, dan long-line.\u00a0 Kini, sudah banyak pengetahuan mendeteksi gerombolan ikan di dalam laut dimiliki beberapa komunitas nelayan di Indonesia. Otolitho<br \/>\n`&#8217;Ketajaman otolithometri dalam menyajikan informasi bioekologi ikan juga telah menyelesaikan beberapa misteri para ahli ekologi laut di Eropa,&#8221; kata Prof.Dr.Ir.Budimawan, dalam orasi penerimaan jabatan Guru Besar dalam Bidang Biologi Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Kamis (29\/3). \u00a0<!--:--><!--more--><!--:en-->Dalam orasinya bertajuk `&#8217;Kontribusi Otolithometry Sclerochhronology dalam Perspektif Peningkatan Akurasi Pengelolaan Sumberdaya Ikan&#8221;, Budimawan mengatakan, teknik otolihometri akan semakin difungsikan dalam penelusuran struktur populasi ikan dalam suatu stok sejalan dengan kemajuan peralatan elektronik, khususnya teknologi optik dan teknologi komputasi. Tingkat keterbacaan yang menjadi tantangan metodologi ini mulai teratasi.<br \/>\n&#8216;Kemampuan mendeteksi informasi pada otolith meningkat secara signifikan dengan penggunaan kamera optik yang terhubung dengan sistem komputasi dalam unit komputer,&#8221; ujar Budimawan, guru besar ke-301 Unhas dalam Sidang Senat Luar Biasa Unhas yang dipimpin Rektor\/Ketua Senat Prof.Dr.dr.Idrus A Paturusi dan dihadiri mantan Rektor Unhas Prof.Dr.Ir.Radi A Gany tersebut.<br \/>\nAyah dua anak yang dilahirkan di Parepare 24 Januari 1962 ini mengatakan,\u00a0 kesulitan membaca marka tahunan ikan-ikan tropis yang banyak dikeluhkan oleh para peneliti perlahan-lahan terasi. Patokan waktu pada otolith tidak lagi ditelusuri dari marka-tahunan saja, tetapi melalui siklus waktu lainnya seperti pemijahan, psang-surut atau bahkan siklus niktimeral (siang-malam).<br \/>\nDoktor lepasan Universite de Perpignan Perancis tahun 1996 ini menyebutkan, dengan kemampuan sensor-optik dan komputasi yang dapat men-display sekaligus menganalisis konfigurasi lingkaran pertumbuhan yang tergambar pada otolith, citra berupa analog images dikonversi menjadi matrik data berupa jumlah dan jarak antarlingkaran pertumbuhan yang merefleksikan runtun-waktu (time series) dari individu yang bersangkutan.<br \/>\nKontribusi dari peralatan sensor optik dan komputasi, kata Budimawan,\u00a0 memberikan perspektif sangat berani dalam pengembangan olithometri ini, sekaligus memperbaiki teknik-teknik estimasi parameter biologi suatu stok ikan. Keunggulan-keunggulan olithometri menjadi peralatan sangat berguna dalam memperbaiki ketajaman analisis pada bidang Biologi Perikanan.<!--:--><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak cara menangkap ikan dikenal nelayan. Dimulai dengan cara penangkapan yang paling sederhana menggunakan tangan sampai sekarang dengan menggunakan alat yang lebih modern, seperti jaring trawl, purse seine, dan long-line.\u00a0 Kini, sudah banyak pengetahuan mendeteksi gerombolan ikan di dalam laut dimiliki beberapa komunitas nelayan di Indonesia. Otolitho `&#8217;Ketajaman otolithometri dalam menyajikan informasi bioekologi ikan juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-195","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fikp.unhas.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}