EVALUASI CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN BATIMETRI GOBAH DENGAN MENGGUNAKAN DATA PERUM:
Studi kasus gobah Karang Lebar dan Pulau Panggang
Vincentius Paulus Siregar1) dan Muhammad Banda Selamat2)
1) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor, email:vincents@biotrop.org
2) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS, Makassar, email:mbandas2006@yahoo.com
Abstrak
Pemetaan batimetri dengan citra satelit dapat dilakukan dengan mengimplementasikan algoritma tertentu. Algoritma ini memerlukan titik perum dilokasi studi untuk dapat membangun hubungan korelasi antara variasi nilai digital citra dan variasi kedalaman. Tulisan ini bermaksud mengevaluasi penggunaan data satelit dan data perum dari gobah karang lebar untuk menghasilkan citra batimetri gobah Pulau Panggang. Sejumlah 140 titik perum di karang lebar dicari hubungan variasi kedalamannya dengan variasi nilai digital kanal 1, 2 dan 3 citra satelit Quickbird, dan diperoleh hasil bahwa kanal 2 dan 3 memberikan korelasi terbaik, sehingga dipakai untuk estimasi kedalaman menggunakan algoritma Jupp. Proses ini secara simultan menghasilkan zona penetrasi kedalaman (ZPK) untuk gobah Karang Lebar dan gobah Pulau Panggang. Implementasi ZPK yang sama pada gobah Pulau Panggang menghasilkan nilai kedalaman yang overestimate. Sehingga disimpulkan ZPK bersifat spesifik untuk lokasi pemetaan batimetri tertentu.
Kata kunci: batimetri, citra quickbird, zone penetrasi kedalaman