PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN MENUJU KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

klt

Sebagai implementasi dari Program Merdeka Belajar-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penyelengara pendidikan tinggi Ilmu Kelautan (IK), Ilmu Teknologi Kelautan (ITK) dan Oseanografi (OSEA) di Indonesia, saat ini menginisasi program kurikulum merdeka belajar. Program ini akan melibatkan mahasiswa Program Studi (PS) IK, ITK dan OSEA yang ingin “merdeka” untuk mengambil mata kuliah lintas perguruan tinggi.

Rapat ketua Program studi se Indonesia telah dilaksanakan pada hari jumat 8 Mei 2020, yang salah satu rekomendasinya adalah setiap PS menawarkan matakuliah pilihan pada semester 6 yang bisa di programkan oleh seluruh mahasiswa PS IK, ITK dan OSEA di Indonesia. Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi ini Staf Pengajar PS IK Unhas melaksanakan rapat dengan cara daring pada hari ini 18 Mei 2020.

Beberapa keputusan yang diambil dalam rapat tersebut adalah antara lain; PS IK Unhas akan berpartisipasi dalam kurikulum merdeka belajar , memformulasi ulang penyajian persemester mata kuliah pilihan yang akan ditawarkan pada kurikulum merdeka belajar dan menyiapkan mekanisme dan pesyaratan matakuliah yang akan ditawarkan pada kurikulum merdeka tersebut.

DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN- PEDULI COVID-19 MASYARAKAT PESISIR KOTA MAKASSAR

klt

Penyebaran wabah Covid-19 yang kian mengkhawatirkan di Kota Makassar telah menggugah dosen di Departemen Ilmu Kelautan (Depik) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Melalui grup media sosial, dosen di Dosen Ilmu Kelautan Unhas kemudian menggalang dana yang rampung dalam waktu 2 hari saja. Lokasi sasaran kemudian didiskusikan. Akhirnya terpilihlah Lantebung di Kelurahan Bira sebagai lokasi sasaran.

Alasannya, lokasi pesisir yang dominan masyarakatnya sebagai nelayan ini ditengarai telah kehilangan pasar. Ekosistem mangrove yang dijadikan sebagai destinasi Ekowisata Mangrove ini juga telah ditutup selama 2 pekan. Praktis nelayan di Lantebung ini mengalami penurunan pendapatan drastis.

Ketua Panitia Pengabdian, Ir. Marzuki Ukkas, DEA dalam sambutannya menyampaikan kalau apa yang diberikan ini nilainya tidak seberapa.

Tetapi paling tidak sebagai bukti perhatian kami kepada masyarakat pesisir yang mungkin terganggu perekonomiannya akibat munculnya wabah Covid 19 ini,” ujar Marzuki saat penyerahan sekitar 65 paket untuk 65 KK di Lantebung, Sabtu (18/4/2020).

Setiap paket terdiri atas 5 kg beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, mie instan, sirop, susu, teh, masker, dan leaflet berisi informasi agar terhindar dari wabah Covid-19Lurah Bira Muh. Kasim, S.Sos merasa berterima kasih atas perhatian yang diberikan dari Departemen Ilmu Kelautan Unhas


Selama munculnya wabah ini, nelayan kami tetap pergi mencari kepiting. Tapi masalahnya, hasil tangkapan mereka tidak bisa dipasarkan,” ujarnya.
“karena perusahaan-perusahaan pengumpul kepiting telah tutup karena tidak diperbolehkan mengekspor lagi.

“Jadinya, nelayan kami menjualnya ke pasar-pasar tradisional yang harganya tidak seberapa,” jelas Kasim.

Wisata Alam Ditutup

Ketua RW 6 Lantebung Muhajirin menambahkan, bukan hanya nelayan yang pendapatannya menurun sejak pandemi virus corona.

warga yang terlibat di usaha Ekowisata Mangrove Lantebung juga kehilangan pendapatan dengan ditutupnya tujuan wisata alam ini.

Tukang parkir saja yang biasanya dapat 100-an ribu per hari sekarang tidak bisa dapat apa-apa lagi,” ungkap Muhajirin.

Penyerahan sembako ini dilakukan secara simbolis Wakil Dekan III FIKP Dr.Ir.Farid Samawi, M.Si dan Sekertaris Departemen Ilmu Kelautan Dr. Wasir Samad, M.Si

Turut hadir dalam penyerahan bantuan adalah Bintara Pembina Desa atau Babinsa setempat.

Demi menjaga protokoler kesehatan Acara ini tidak dihadiri banyak dosen dan masyarakat, pun yang hadir tetap jaga jarak dan masker tetap melekat di mulut.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Dosen Ilmu Kelautan Unhas Serahkan Sembako ke Warga Pesisir Terdampak Covid-19 di Lantebung Makassar, https://makassar.tribunnews.com/2020/04/19/dosen-ilmu-kelautan-unhas-serahkan-sembako-ke-warga-pesisir-terdampak-covid-19-di-lantebung-makassar?page=2.
Penulis: Alfian; Editor: Arif Fuddin Usman