Pengukuhan Dua Guru Besar

FIKPDua guru besar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, secara resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Ruang Senat, lt.II Gedung Rektorat Unhas, Kamis (22/8).  Mereka adalah Prof.Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, M.Si yang menerima jabatan guru besar dalam bidang Fisiologi Hewan Air dan Prof. Dr. Ir. Metusalach, M.Sc dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan.

Dalam acara pengukuhannya, Muhammad Yusri Karim menyampaikan pidato yang berjudul Peranan Fisiologi Hewan Air Dalam Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya. Menurutnya kemajuan dibidang perikanan budidaya sangat ditunjang oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pembenihan.

Budidaya perairan merupakan upaya untuk memelihara atau memproduksi organisme perairan melalui penerapan teknik domestikasi. Agar organisme budidaya bisa tumbuh dengan baik, maka diperlukan wawasan dan ilmu pengetahuan yang mendukung bagi pemeliharaan organisme tersebut, salah satunya fisiologi hewan air.

Oleh karena itu Yusri Karim berpendapat bahwa bidang fisiologi hewan air memiliki tanggung jawab yang besar dalam menunjang keberhasilan peningkatan produksi perikanan budidaya dan pembenihan. “Sudah seyogyianya pemahaman fisiologi hewan air menjadi landasan berpijak para teknisi dan manajerial budidaya ikan untuk bertindak dan mengambil kebijakan yang tepat, supaya produksi perikanan melalui kegiatan budidaya dapat meningkat,” ujarnya.

Sama halnya dengan Yusri Karim, Metulasach juga menyampaikan orasi ilmiah dalam upacara penerimaan jabatan guru besarnya tersebut. Melalui pidato ilmiah yang berjudul Sumberdaya Hayati Laut Sebagai Sumber Terbaharukan Komponen Bioaktif Makanan Fungsional, Metulasach mengungkapkan bahwa lingkungan laut sebenarnya menyediakan sumber bahan makanan fungsional, namun sayang hal itu belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal sejumlah bahan makanan yang bersumber dari laut telah diidentifikasi memiliki berbagai aktivitas biologis, beberapa diantaranya berpengaruh terhadap patogenensis penyakit.

Menurutnya, dengan meningkatnya harapan hidup, makanan akan memainkan peran kunci dalam mempertahankan kesehatan manusia. Oleh karena itu manusia tidak hanya membutuhkan makanan yang lezat dan nikmat, namun juga sehat dan bergizi yang salah satunya dapat diperoleh dari sumber-sumber makanan hasil laut.

Bioaktif dari laut memenuhi kriteria untuk dikembangkan sebagai komponen makanan fungsional. Pertama, keberadaannya luas dengan pasokan yang terjamin. Kedua, bioaktif dari laut merupakan komponen yang terdapat secara alami relatif menguntungkan. Ketiga komponen-komponen bioaktif tersebut bersifat fungsional yaitu aktivitas biologisnya mempengaruhi pathogenesis dari berbagai macam penyakit. Di akhir pidatonya ia berharap agar usaha-usaha yang dilakukan hendaklah diarahkan pada penilitian dan pengembangan makanan-makanan fungsional berbasis laut. (AS-Humas)

Pin on PinterestDigg thisShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on RedditEmail this to someonePrint this page

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*