Unhas Panen Perdana Kepiting di Barru

kepitingUniversitas Hasanuddin kini berhasil membudidayakan kepiting rajungan dalam sebuah tambak milik Unhas di Kabupaten Barru, dimana fauna tersebut berhabitat di lautan. “Ini merupakan bagian dari riset yang didanai Dikti, dimana penangkapan rajungan di habitatnya membuat populasinya semakin berkurang. Sehingga banyak UKM yang berhenti memproduksi produk-produk hasil olahan Rajungan karena jumlahnya yang terus berkurang,”ujar Ketua Tim, Prof Yushinta Fujaya seusai melakukan Panen Perdana, Minggu (22/12/2013).

Panen perdana tersebut juga dihadiri Rektor Unhas Prod dr Idrus A Paturusi, para wakil rektor serta segenap dekan di Unhas. Prof Yushinta menjelaskan ia bersama timnya telah melakukan proses pembenihan dan perawatan pada tahun 2013, setelah tiga bulan benih yang ditebarkan ke dalam tambak telah menjadi induk yang siap dipanen dan menjadi induk unggul.“Dari riset ini kami berupaya menghasilkan induk rajungan yang unggul dimana dari perawatan banyak rajungan dengan perkembangan yang cepat kami harap setelah dijadikan induk juga mampu menghasilkan benih-benih yang cepat berkembang Hal ini merupakan solusi atas semakin berkurangnya jumlah rajungan di habitat aslinya,”tambahnya.

Hasil budidaya tersebut juga menghasilkan rajungan dengan ukuran yang telah memenuhi standar untuk diekspor ke berbagai negara. Diharapkan, dengan keberhasilan budidaya tersebut dapat mengajak para UKM yang lebih banyak untuk turut berperan dalam upaya pembenihan dan perawatan selama proses budidaya rajungan tersebut.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prof Jamaluddin Jompa, PhD mengatakan budidaya tersebut baru pertama kali dilakukan di dunia.

“Saya lihat ini sangat baik. Apalagi disana banyak tambak yang kurang produktif dengan begitu bisa mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan tambak yang ada untuk budidaya rajungan,”ujarnya.

Selain itu, dengan adanya budidaya akan menjadi salah satu solusi untuk hanya bergantung dengan alam. Sehingga dapat menjaga populasi di habitat aslinya

Pin on PinterestDigg thisShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on RedditEmail this to someonePrint this page

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*