Penemuan Alat Agar Ikan Buntal Duren Tak Beracun

mahasiswa-perikanan-unhasTiga mahasiswa program studi Manajemen Sumber Daya Perairan Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin mencoba mensosialisasikan ikan Buntal Duren sebagai hasil laut yang aman dikonsumsi.
Mereka yakni Nurqadri Syaia Bakti, Ekawati dan Marwah Salam. Keinginan mereka untuk mengubah paradigma masyarakat di Sulawesi Selatan yang menganggap Ikan Buntal Duren sebagai ikan yang beracun dan tak bisa dikonsumsi tersebut dituangkan dalam sebuah Hasil Karya Ilmiah yang diikutkan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKMKC) tahun 2012 lalu.Kemudian mereka membuat alat yang dapat dipakai untuk mengolah Ikan Buntal Duren tersebut dan mereka beri nama Tetratech. Tetratech merupakan sebuah alat untuk memasak ikan dengan nama ilmiah Tetraodon Lunaric tersebut. Bentuknya Seperti oven, alat tersebut juga mereka modofikasi agar dapat menghilangkan duri ikan Buntal Duren ketika dimasak.
“Ikan jenis ini banyak dihasilkan di Sulsel khususnya diperairan Kepulauan Spermonde. Jenis ikan buntal Duren ini memang tidak beracun dan dapat dikonsumsi. Meskipun banyak jenis ikan buntal lainnya yang memang beracun, Tapi jika diolah dengan teknik yang benar juga bisa aman dikonsumsi. Dagingnya juga enak seperti ikan Baronang,”ujar Nurqadri kepada Tribun, Senin (4/11/2013).
Mahasiswi angkatan 2009 tersebut menjelaskan karena ikan Buntal Duren memiliki kulit yang agak tebal jadi untuk memasaknya membutuhkan panas api yang besar agar dagingnya bisa matang. Dengan menggunakan Tetratech, Ikan Buntal Duren dapat dimasak dengan membutuhkan waktu 30menit hingga 50 menit.
“Di Maluku dan Pulau Wakatobi jenis ikan ini telah dikonsumsi oleh masyarakat bahkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Disini, nelayan sama sekali tak melirik jenis ikan ini untuk dijual dan populasi ikan ini banyak di Sulsel,” ujarnya.

Saat ini, Nurqadri dan timnya telah mengajukan karyanya tersebut pada Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna. (*)

Pin on PinterestDigg thisShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on RedditEmail this to someonePrint this page

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*