Home
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3
Bila tak ada aral melintang sejumlah peserta KKN, semua disiplin ilmu dari Univesritas Hasanuddin (UNHAS) menempatkan mahasiswanya di perbatasan Indonesia Sibatik, dengan Tawau Malaysia.  Program ini diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Univesitas Hasanuddin, Andi Niartiningsih, saat dijamu Bupati Nunukan, Basri, di ruang kerjanya, Selasa, 24 Januari 2012.

Didampingi dosen /peneliti Rijal Idrus Ningsi menambahkan, dipilihnya Sibatik yang merupakan batas Indonesia-Malaysia, tidak terlepas dari hasil penelitian rektor Unhas, saat melakukan penilitian yang saat itu sebagai seorang dokter. Ningsih juga mengatakan, dipilihnya Sibatik ini merupakan kali pertama yang dilakukan Univesitas di Indonesia, yang diawali dari UNHAS, bulan Maret depan, " Banyak potensi yang belum tergarap, tapi justru potensi laut dan perikanan memerlukan kepedulian kita bersama," jelasnya lagi.

Bupati Nunukan, Basri, dalam penerimaannya mengharapkan semoga program UNHAS ini benar-benar dapat membuka mata masyarakat kita di Sibatik. " Terus terang saja, sudah keseringan masyarakat kita datang di Sibatik.

Tapi apa artinya, semuanya hanya janji semata, sehingga masyarakat sudah bosan dengan retorika-retorika baik menteri maupun DPR-RI," kata Basri yang kelahiran Kabupaten Maros Sulsel 31 Juli 1966, sambil melirik ke kanan dimana Fajar dan Government Relations Manager Seputar Indoensia Feny Fitria, duduk .

Terakhir Diupdate (Selasa, 31 Januari 2012 13:08)

 

Keluarga Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan

Universitas Hasanuddin

mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Minal Aidin Wal Faidzin- Mohon Maaf lahir dan Bathin

 
Tribun Timur. Momentum bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah menjadi ajang temu civitas akademika Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, khususnya alumni dan mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan. Disebut demikian jika melihat suksesnya tiga kegiatan buka puasa bersama pada minggu kedua dan ketiga Ramadhan.

Setelah civitas Fakultas menggelar buka puasa di ruang sidang fakultas yang juga dihadiri oleh alumni, maka pada penghujung minggu kedua, tepatnya 19 Agustus 2011, alumni yang berhimpun pada  "Yayasan Konservasi Laut, YKL Indonesia", salah satu LSM pesisir dan laut yang berbasis di Makassar juga menyelenggarakan buka puasa.

Lebih dari lima puluh orang alumni datang meramaikan buka puasa bersama ini.  Hadir beberapa senior seperti Baso Syaifuddin, Nazruddin, Syafyuddin Yusuf (tenaga pengajar Ilmu Kelautan, Unhas), Andi Muhammad Ibrahim, dan AM Riady mantan anggota DPRD Kota Makassar.

Pada hari berikutnya (20 Agustus 2011), seakan tidak mau kehilangan momentum, pengurus klub selam, Marine Science Diving Club (MSDC Unhas) juga mengadakan acara buka puasa yang dirangkaikan dengan "Dialog Kelautan dengan Mahasiswa Baru" yang digelar di area fakultas.

Acara ini menurut panitia selain untuk memupuk solidaritas Kelautan juga untuk memberi semangat bagi organisasi selam di kampus. Sebanyak 54 mahasiswa baru Ilmu Kelautan ikut serta. Seratusan peserta menghadiri acara buka puasa yang juga dihadiri oleh pengurus Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas.

Imran Lapong, alumni angkatan 1997 yang juga master dive merefleksikan pengalaman dan gambaran kepada para mahasiswa baru mengenai tantangan pengembangan kelautan di Indonesia. Bagi pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, momentum Ramadhan diharapkan menjadi perekat solidaritas sekaligus titik tolak bagi civitas akademika Kelautan Unhas untuk semakin mempertegas eksistensinya bagi pengembangan sumberdaya pesisir dan laut di Indonesia
 
Cumicumi menjadi salah satu komuditas ekspor Indonesia, salah satu negara tujuan ekspornya adalah ke Jepang. Cumicumi mengandung protein yang sangat potensial. Potensi cumicumi ini dibahas oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Prof Dr Sharifuddin Bin Andy Omar MSc pada acara pengukuhan Guru Besarnya di ruang senat universitas, Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, Senin (21/3/2011). Sharifuddin dikukuhkan menjadi guru besar bidang avertbrata air di FIKP Unhas.

Sharifuddin membacakan pidato guru besarnya berjudul Cephalopoda: Keanekaragaman Hayati dan Peluang Pengembangannya. Cephalopoda merupakan anggota hewan bertubuh lunal yang tidak memilki tulang belakang, di antaranya cumicumi, sotong, dan gurita.

Hewan kelompok ini menjadi sumber protein yang sangat potensial. Daging cumicumi licin dan bersih, memilki aroma yang khas, dan sekitar 90 persen bagian tubuhnya dapat dimakan. Selain itu, daging cumicumi juga mempunyai nilai gizi yang baik karena mangandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh manusia yakni mengandung asam lemak tak jenuh.

Terakhir Diupdate (Rabu, 08 Juni 2011 07:34)

 

International Seminar on indonesian fisheries development, enhancing fish production and competitiveness in international market :

Info lebih lanjut : http://tekper-unhas.org/perikanan/seminar/

Terakhir Diupdate (Jumat, 05 November 2010 02:50)

 

Tribun - Fakultas Ilmu Kelautan dan Ilmu Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menerima 285 mahasiswa baru tahun ini. Mereka akan diterima melalui empat jalur penerimaan. Jalur itu adalah jalur pemanduan potensi belajar (JPPB) sebanyak 45 orang, prestasi olahraga seni dan keilmuan (POSK) lima orang, seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sebanyak 210 orang, dan jalur kerja sama (JKS) sebanyak 15 orang. Demikian diungkapkan Pembantu Dekan I Bidang Akademik FIKP Unhas, Prof Dr Najamuddin Msc, kepada Tribun di ruang kerjanya, kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (11/3). Alumni FIKP mencapai 2.000-an orang dan telah tersebar ke seluruh pelosok nusantara. Mereka bekerja di beberapa instansi pemerintah dan swasta.

"Ada yang menjadi dosen, ada juga yang menjadi peneliti di beppeda (badan perencanaan pembangunan daerah). Selain itu mereka juga bisa diterima di departemen kelautan dan perikanan. Bahkan ada juga yang bekerja di bank dan menjadi politisi," ujarnya. Menurutnya, peluang kerja untuk almunus FIKP sangat terbuka lebar, seperti lembaga penelitian, lembaga survei, serta balai konservasi dan sumberdaya alam.

Untuk meningkatkan mutu, FIKP menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di luar negeri. Di antaranya, Tokyo University of Marine Sciences of Japan, Kagozan University Japan, dan beberapa universitas di Australia dan Jerman. Mereka melakukan kerja sama untuk pembanguan kelautan dan perikanan. Kerja sama ini melibatkan dosen dan mahasiswa. FIKP juga memilki desa binaan di beberapa daerah di Sulsel. Masyarakat desa binaan ini diberikan penyuluhan untuk mengembangkan beberapa komuditi seperti rumput laut dan udang. "Sasarannya adalah meningkatkan kualitas SDM masyarakat pesisir sehingga kualitas rumput laut pun mampu menyaingi komoditi daerah lain," ujarnya.(ana)

Terakhir Diupdate (Senin, 12 April 2010 07:56)

 

Gedung FIKPUniversitas Hasanuddin merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai peranan strategis dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan di kawasan Indonesia Timur Indonesia. Kawasan Timur Indonesia memiliki kekayaan perairan laut yang cukup besar karena memiliki wilayah laut yang lebih luas, terdiri dari gugusan pulau-pulau, menyimpan kekayaan biodiversity laut yang tinggi, serta masyarakatnya dikenal mempunyai kultur kebaharian yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia.

Pendayagunaan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan sangat ditentukan  oleh ketersediaan sumberdaya manusia yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dan perikanan. Pengelolaan potensi kelautan dan perikanan memerlukan sumberdaya manusia berkualitas dari berbagai jenis keterampilan dan disiplin ilmu pengetahuan.    Universitas Hasanuddin yang terletak pada sentra Kawasan Timur Indonesia tentunya mempunyai peran dan tanggung jawab sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang diperlukan, serta pengembangan penelitian IPTEK kelautan dan perikanan untuk kepentingan dunia usaha dan industri. Upaya Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang terkait dengan Kelautan pada dasarnya telah dilakukan sebelum pencanangan pola ilmiah pokok ilmu kelautan tahun 1975. Misalnya pembukaan Jurusan Perikanan di Fakultas Pertanian Unhas sejak tahun 1968, serta pembukaan jurusan-jurusan lainnya yang juga sebagian besar telah melakukan kajian-kajian tentang kelautan seperti perkapalan, biologi, fisika, geologi, kimia, kehutanan termasuk beberapa ilmu sosial seperti ekonomi, hukum, antropologi, dan sosiologi.

Terakhir Diupdate (Senin, 08 Maret 2010 08:32)

 
FAKULTAS Ilmu Kelautan dan Perikanan menggelar seminar sehari di Baruga Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Tamalanrea, Makassar, Selasa (12/1). Seminar tersebut bertajuk Membangkitkan kejayaan Indonesia sebagai Benua Maritim.

Dirjen Budidaya Departemen Kehutanan dan Perikanan RI, Dr Ir Made L Nurdjana, tampil menjadi pembicara bersama diplomat senior dan tokoh hukum laut Prof Dr Hasyim Djalal, Lantamal VI Makassar Laksda TNI Bambang Wahyudin, dan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Prof Dr Basri Hasanuddin.
Made, mengatakan, ikan menjadi menjadi komoditas strategis masyarakat global sekarang ini. Dari tahun ke tahun jumlah konsumsi ikan akan semakin meningkat.
"Indonesia sendiri telah memiliki kekuatan akuakultur yakni potensi alam, keanekaragaman hayati, dan fisiografi. Tinggal bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya," ungkap Nurdjana diakhir materinya.
Sementara itu, Prof Dr Basri Hasanuddin dalam penjelasannya mengenai konsep benua maritim dan ekonomi kerakyatan mengatakan, pembangunan Indonesia ke depan haruslah mengarah pada konsep Indonesia sebagai benua maritim.
Dalam seminar itu, FIKP juga memamerkan hasil rekayasa konsumsi produk kelautan, yaitu epiting cangkang lunak. Ke depan, kepiting sebagai produk kelautan Indonesia akan semakin digemari masyarakat.(ana)

Pembicara
- Dirjen Budidaya Departemen Kehutanan dan Perikanan RI, Dr Ir Made L Nurdjana
- Diplomat senior dan tokoh hukum laut, Prof Dr Hasyim Djalal
- Dan Lantamal VI, Laksda TNI Bambang Wahyudin
- Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran Prof Dr Basri Hasanuddin.
 
Daftar Berita
Kegiatan KKN di perbatasan
Bila tak ada aral melintang sejumlah peserta KKN, semua disiplin ilmu dari Univesritas Hasanuddin (UNHAS) menempatkan mahasiswanya di perbatasan Indonesia Sibatik, dengan Tawau Malaysia. ...
Admin status online
Muh Resha:
Sedang Online
Terdapat 1 Tamu online
Login User
Survei
Dari mana anda mengetahui website kami..?
 
Member Online
None
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini187
mod_vvisit_counterKemarin475
mod_vvisit_counterMinggu Ini3451
mod_vvisit_counterMinggu Lalu5752
mod_vvisit_counterBulan Ini11132
mod_vvisit_counterBulan lalu23600
mod_vvisit_counterSemuanya284533

We have: 1 guests online
IP anda:: 38.107.179.211
 , 
Hari ini: Mei 17, 2012
Kalender Kegiatan
May 2012
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
Statistik
Sistem Operasi : Linux s
PHP : 5.3.10
MySQL : 5.0.77
Waktu : 08:29
Caching : Nonaktif
GZIP : Nonaktif
Anggota : 168
Konten : 42
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 39397