Berita Terkini
  • Kuliah Umum Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pangkalan

    Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pangkalan, Syahrin Abdurahman, SE, dalam Kuliah Umum yang Berlangsung di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.(25/3/2014)

  • Kunjungan Presiden SBY di Tambak Milik Unhas

    Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau Tambak Pendidikan Hasanuddin di Desa Bojo, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/2) siang. Tambak milik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini untuk penelitian dan pengembangan budidaya pangan laut, seperti kepiting, udang, rajungan, bandeng, dan ikan nila laut.

  • BEM Perikanan dan Kelautan Unhas Bersatu

    Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan mendaklarasikan Pembentukan Lembaga Kemahasiswaan yang merupakan penyatuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kelautan dan Perikanan, Rabu (18/12/2013) di Ruang Sidang FIKP Unhas. Acara tersebut dihadiri Dekan FIKP Prof Jamaluddin Jompa PhD serta mahasiswa FIKP. Koordinator Deklarator, Irfan S menyampaikan inisiasi pembentukam lembaga mahasiswa tingkat fakultas telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, karena perbedaan pendapat dan sifat egoisme kelompok di FIKP membuat rencana tersebut sempat mengalami kendala.

  • Pelantikan Dekan

    Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr dr Idrus A Paturusi melantik dua dekan baru yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Rabu (2/10/2013) di Gedung Rektorat Unhas. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dipimpin Prof Dr Ir Jamaluddin, MSc menggantikan Prof Dr Andi Niartiningsih.

Recent Posts

PELANTIKAN HMIK JIK FIKP UNHAS 11-4-14

DSCF4009

Seminar on Marine Environment Oleh Dr. James J Bell dari Victoria University of Welington

20140326_165320Ekosistem terumbu karang di berbagai belahan dunia seperti Great Barrier Reef Australia, Kepulauan Karibia dan Kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia mengalami penurunan. Diantara penyebabnya adalah karena perubahan iklim, pencemaran lingkungan air laut yang menyebabkan semakin tingginya tingkat keasamaan. Demikian disampaikan Dr. James J Bell dari Victoria University of Welington dalam Acara Seminar on Marine Environment yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan  Universitas Hasanuddin  pada Senin (24/3) di Ruang Sidang Lantai 2. Walaupun terjadi penutupan terumbu karang di berbagai wilayah, ada satu spesies yang bisa bertahan hidup dan jumlahnya semakin meningkat yaitu Sponge. Menurut James Sponge bisa bertahan dari perubahan lingkungan dikarenakan mempunyai kemampuan menyaring bahan-bahan berbahaya dari pencemaran air laut. “Sponge juga sangat penting untuk ekosistem laut karena kemampuannya menyaring air laut agar tetap terjaga kualitasnya. Selain itu, berdasarkan penelitian jenis sponge tidak jauh dalam menyebarkan larvanya. Hal ini terbukti di sponge yang ada dalam suatu lokasi memiliki kesamaan,” pungkasnya. Selain membahas terumbu karang, dalam seminar ini juga membahas bagaimana sukses membangun hutan mangrove di wilayah pesisir serta meningkatnya pembangunan daerah di berbagai bidang, keberadaan sumber daya alam mengalami eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. “Kondisi ini berimbas pada keberadaan hutan mangrove yang semakin mengkhawatirkan. Di sisi lain, saat ini kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove semakin meningkat,” ungkapnya. “Perawatan meliputi pembersihan sampah yang menempel, pemberantasan hama penyakit dan penyulaman mengikat kembali tali rafia yang lepas. Untuk pencapaian hasil yang maksimal lamanya perawatan dan pemantauan dilakukan minimal satu tahun, “ pungkasnya.

Kuliah Umum Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pangkalan

DSC00219Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pangkalan, SYAHRIN ABDURRAHMAN,SE, mengungkapkan pengawasan wilayah perbatasan perairan RI masih jauh dari ideal. Pasalnya, sumber daya manusia serta infrastruktur masih terbilang minim.

“Kita akui kalau personil, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang kita miliki saat ini masih sangat minim, sehingga pengawasan masih kurang maksimal,” ujarnya, Selasa (25/3/2014), di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) hingga kini, pemerintahan RI hanya memiliki 23 kapal patroli yang berukuran 28 m x 36 m. Setiap kapal tersebut diawaki oleh 15 anak buah kapal (ABK). Sementara itu, jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di KKP masih berjumlah 900 orang.

“Idealnya dengan daerah perairan indonesia, kita punya 70 kapal patroli. Tapi tergantung dari APBN, supaya kita lebih mengefisiensikan kapal dan surveilence udara,” ujar Syarin Abdurrahman,SE.

Ke depannya, Menteri Kelautan dan Perikanan akan memperjuangkan dana APBN operasi bersama yang melibatkan tim pengawas KKP dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. “Kalau kita laksanakan itu bukan dua atau tiga kapal tapi ratusan kapal akan tertangkap. Kita akan ambil langkah itu (operasi bersama),” ujarnya.

Beberapa kapal patroli akan segera dipersenjatakan, saat ini para pengawas patroli laut tengah berlatih menggunakan senjata tersebut. “Kalau sekarang personil kita paling yang punya senjata. Satu kapal paling hanya satu yang pegang senjata. Ke depan, kapal akan segera dipersenjatai,” ungkap Syahrin.

Akibat minimnya personil dan infrastruktur yang dimiliki KKP, pemerintah sering kali kecolongan. Selama tahun 2009 ada 14 kasus kapal ikan Malaysia yang melakukan pelanggaran di perairan Natuna, Selat Malaka, dan perairan Kepri, dan hampir semuanya diputuskan kapal dirampas untuk negara. Sementara di tahun 2010, terdapat 10 kasus pelanggaran yang dalam proses hukum di perairan yang sama. Dalam setahun, Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 20 triliun.

Untuk Mendonwload Materi Kuliah Umum tersebut Silahkan Klik Tulisan dibawah Ini.

>>DJ PSDKP-KULIAH UMUM UNHAS 25-03-2014<<

 

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Wakil Ketua I, II, dan III Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

DSC00187DSC00195DSC00204Pada Hari Senin, 17 Maret 2014 telah diselenggarakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Wakil Ketua I, II, dan III Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Secara keseluruhan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan melantik tiga orang Wakil dekan yang baru yaitu Dr.Ir. Siti Aisyah Farhum, M.Si menggantikan Prof. Dr. Ir. H Najamuddin, M.Sc Sebagai wakil dekan I Bidang Akademik selanjutnya Dr.Ir Nadiarti, M.Sc menggantikan Dr. Ir. Hj. Joeharnani Tresnati, DEA Sebagai wakil dekan II Bidang Umum dan Keuangan dan yang terakhir Prof.Dr. Amran Saru, ST, M.Si menggantikan Prof.Dr. A. M. Iqbal, ST., M.Fish.Sc Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pelantikan dan serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan, Ketua jurusan Perikanan, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, Kepala Tata Usaha FIKP, Kepala Subbagian Akademik, Kepala Subbagian Keuangan dan kepegawaian, Kepala bagian Umum dan perlengkapan.

Acara tersebut berlangsung di ruangan Senat Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan Universitas Hasanuddin

 

Brosur SimnasKP

Kepada Yth.

Bapak/Ibu Peneliti, Dosen, Mahasiswa, dan Pemerhati Kelautan dan Perikanan

Berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas) akan melaksanakan Simposium Nasional I Kelautan dan Perikanan pada hari Sabtu, 3 Mei 2014. menggunakan laman ini, Panitia mengajak para peneliti, Dosen, Mahasiswa, dan Pemerhati Kelautan dan Perikanan untuk berpartisipasi dalam simposium ini, Lebih lanjut, Informasi dapat dilihat pada lampiran laman ini.

Mohon bantuan Bapak/Ibu untuk menyebarluaskan informasi ini kepada rekan sejawat atau yang berminat. Atas bantuan dan kerjasamanya, panitia Ucapkan terima kasih

Panitia Penyelenggara

12

 

 

 

 

 

 

 

 

Klik Tulisan di Bawah Ini Untuk Mendownload Brosur SimnasKP :

>>>>Brosur SimnasKP<<<<